Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Apa Itu Japanese Language Proficiency Test (JLPT)? (30 Hari Menulis #7)

6/07/2017 08:03:00 PM Gita D. Astari 0 Comments Category : , , , , , , , , , , ,

Apakah kamu memiliki keinginan atau mimpi untuk belajar atau bekerja di Negeri Sakura? Perindahlah resumemu dengan sertifikat JLPT!


Seperti TOEFL untuk bahasa Inggris, Japanese Language Proficiency Test (JLPT, 日本語能力試験 Nihongo Nōryoku Shiken) merupakan sebuah ujian untuk mengukur kemampuan berbahasa Jepang seseorang. Namun, berbeda dengan TOEFL yang memiliki masa kadaluarsa, sertifikat JLPT yang didapatkan seseorang berlaku seumur hidup.

Ujian ini diadakan dua kali dalam setahun (Juli dan Desember) oleh The Japan Foundation dan Japan Educational Exchanges and Services di seluruh belahan dunia. Di Indonesia sendiri, JLPT diadakan di kota-kota besar, yaitu: Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Yogyakarta, Padang, Denpasar, Manado, Malang, dan Semarang. Meski begitu, kebanyakan dari lokasi-lokasi ini hanya meladeni ujian di bulan Desember saja.

JLPT dibagi dalam lima tingkatan, dari N5 hingga N1. Tingkatan-tingkatan ini menunjukkan level kemampuan yang berbeda untuk keperluan yang berbeda-beda pula. Tingkat N5 merupakan ujian yang paling mudah, sementara N1 yang paling tinggi tingkat kesulitannya. Hal yang menjadi bahan ujian termasuk kosa kata, tata bahasa, membaca, dan pendengaran.

Untuk mereka yang baru saja memulai pelajaran bahasa Jepang mereka, ujian tingkat N5 dan N4 dapat digunakan untuk mengukur sudah sejauh mana kemampuan berbahasa Jepang sehari-hari mereka berkembang. Hanya saja, karena N5 dan N4 merupakan tingkat yang sangat dasar, sertifikat ini tidak begitu menarik untuk calon sekolah atau perusahaan yang kamu tuju. Berusahalah untuk mendapatkan sertifikat JLPT yang lebih tinggi.

Pada level menengah, ujian tingkat N3 mengukur kemampuan seseorang untuk membaca teks dalam bahasa Jepang mengenai topik sehari-hari, termasuk misalnya kepala berita di surat kabar, atau pengumuman yang ada di berbagai tempat. Sertifikat N3 sebenarnya masih kalah bersinar dibanding N2 atau N1 karena menunjukkan kemampuan berbahasa Jepang yang masih terbatas. Tapi jangan khawatir, hal ini tetap bisa menunjukkan bahwa seseorang telah memiliki kemampuan dasar yang cukup untuk meneruskan pelajaran bahasa Jepang mereka ke tingkat yang lebih tinggi.

Biasanya, sertifikat N2 adalah syarat minimal bagi seseorang untuk dapat menerima pekerjaan yang bagus di perusahaan Jepang. Sering juga disamakan dengan business-level, sertifikat ini menunjukkan kemampuan seseorang dalam memahami laporan tertulis atau bahan tulisan lainnya (seperti surat kabar, surat elektronik, majalah, dll.) dan yang diajukan secara lisan.

Di atas itu, ada sertifikat N1 yang menunjukkan bahwa seseorang dapat memahami tulisan dalam bahasa Jepang yang lebih kompleks dengan topik yang lebih berat. Mereka juga dapat memahami ketika informasi atau ide diajukan secara lisan (misalnya melalui acara televisi dan radio, dll.). Mungkin tepat untuk menganggap seseorang yang memiliki sertifikat ini sebagai 'fluent' atau fasih dalam bahasa Jepang. Jika kamu berharap untuk mempelajari kedokteran di Jepang, berusahalah untuk mendapatkan sertifikat ini, karena biasanya hal ini menjadi syarat minimal.

Biaya yang diperlukan untuk mengikuti ujian JLPT jauh lebih murah dibanding dengan TOEFL: Rp110.000 untuk N5; Rp120.000 untuk N4; Rp140.000 untuk N3; Rp160.000 untuk N2; dan Rp190.000 untuk N1. Luangkan waktu dari jauh-jauh hari untuk mendaftar, sekitar 3-5 bulan sebelum Juli dan Desember.

Untuk meraih sertifikat N5 dan N4, saya belajar secara otodidak. Namun saya sarankan untuk kamu yang ingin mendapatkan sertifikat N3 ke atas untuk belajar lewat lembaga-lembaga pendidikan bahasa Jepang yang ada di kotamu. Di Bandung sendiri ada beberapa tempat untuk belajar bahasa Jepang, yang akan saya bahas di lain waktu.

Selamat berjuang, 頑張ってください!

RELATED POSTS

0 orang nyasar

Bagaimana menurutmu?