Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Cogito Ergo Sum (30 Hari Menulis #15)

6/15/2016 08:12:00 PM Gita D. Astari 3 Comments Category : , , , , , , ,


Dulu, saya anak yang nurut aja sama keluarga. Apa pun yang dikatakan para orang tua, ya saya nurut, ngangguk-ngangguk tanpa tanda tanya. Itu berlangsung terus sampe saya kuliah.

Kelas pertama yang saya ambil adalah Filsafat. Awalnya saya males. Saya pikir filsafat isinya hal-hal ngebosenin yang harus dipikirin berulang-ulang dengan lebay. Eh, ternyata itu jadi salah satu kelas favorit saya!

Yang paling menarik perhatian saya waktu itu adalah bahasan tentang Socrates dan Descartes yang punya slogan "tanya kenapa" kayak iklan jaman dulu, hahaha. Dari situ saya jadi aktif banget cari tahu soal diri saya sendiri: saya tuh orangnya sebenernya kayak gimana sih? Sukanya apa? Takut sama apa aja? Mana salah satu major saya Psikologi pula, jadi deh tuh makin dikonsumsi sama keinginan untuk mengerti diri sendiri. Tapi malah kayak gini jatohnya:


By the way, saya nggak cuma punya sepasang orang tua. Saking deketnya keluarga (figuratively AND literally), paman-paman dan bibi-bibi juga jadi orang tua saya. Nah, suatu hari salah satu dari mereka bilang ke saya, "Terima aja dne, dunia ini nggak pernah adil."

Buat mahasiswi polos kayak saya, kalimat itu nusuknya kayak belati. Lama saya bengong sendiri, kaget dan marah sama kalimat itu. Hahaha. Akhirnya saya punya keputusan sendiri soal itu.

Dunia ini kan kita yang tinggali, ya kita juga yang bisa ubah. Memang dunia idealis yang 100% adil cuma ada di dunia fantasi karena keadilan itu beda-beda di kepala tiap orang, tapi at least kita bisa berusaha untuk bikin dunia yang lebih adil dan bahagia dong untuk semua orang.

Jadi kita jangan cuma bisa mengeluh dan pasrah, harusnya kita juga bisa beraksi untuk menjadikan dunia lebih baik. Korupsi? Lawan! Kelaparan? Lawan! Kebodohan? Buta aksara? Kemiskinan? Lawan, lawan, lawan! Apalagi di era Internet gini jaaauh lebih mudah untuk saling bertukar pikiran dan wawasan, untuk bergabung sama orang-orang yang peduli, untuk berjuang demi kemanusiaan.

Dari dulu saya benci perbedaan perlakuan. Mungkin awalnya gara-gara saya cemburu sama adik-adik saya kali ya? Hahaha. Tapi akhirnya di usia saya yang sekarang ini, saya jadi paling benci diskriminasi dalam bentuk apa pun. Di mata saya, semua orang sama: warga dunia. Semuanya harus punya hak dan kewajiban yang sama. Call me an idealist, call me a sweet summer child. It doesn't matter. I believe in my cause, and I'm doing my part in making the world a better place.

"Be the change you wish to see in the world." - Mahatma Ghandi

RELATED POSTS

3 orang nyasar

Yah mumpung nyasar, mengeksiskan diri dulu aja deh di sini. :) Nyasar lagi yaa~