Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Usai Baca Cerita Segelas Kopi

1/13/2012 06:12:00 PM Gita D. Astari 2 Comments Category : , , , , ,

Cover buku Cerita Segelas Kopi
Ada yang belum baca buku Cerita Segelas Kopi karya Melanie Subono? Aduh, kalau belum, cepetan baca, deh. Kayaknya masih banyak stok di toko buku, atau kalau nggak mau beli (deuh pelitnyaaa) harusnya ada juga kok di taman bacaan. Yang penting, harus banget baca buku ini. Kenapa?

Karena yang baca akan merasa tertonjok dan tertohok dan baru sadar bahwa kita ini sempit.

Setidaknya, itu yang dne rasain setelah selesai baca, lima belas menit lalu. Betapa dne ini naif dan nggak maksimal. Tulisan Kak Mel yang honest, berani, dan apa adanya ini telah berhasil bikin dne sadar bahwa ada banyak hal yang harus dne syukurin. Betapa hidup ini sungguh berharga, dan pendapat orang-orang nggak boleh dijadiin pemicu turunnya self-esteem kita. Kita harusnya bangga kita orang Indonesia. Kita harusnya bangga kita wanita. Kita harusnya bangga kita pemusik. Penulis. Tukang sapu. Kita harusnya bangga. Dan ketika kita bangga, harusnya kita pelihara.

Ternyata kata-kata kayak 'kepedulian', 'nasionalisme', dan masih banyak lainnya itu bener-bener bisa beda arti tergantung siapa yang mengucapkan dan memikirkan, ya. Ternyata aksi belum tentu menjadi bukti segimana pedulinya orang terhadap suatu issue. Ternyata omongan orang tuh ya cuma itu, omongan orang, bukan sesuatu yang patut terlalu dipikirkan.

Dne pasti nggak make sense ya? Hehe maaf deh, lagi emosional banget ini. Mana lagi dengerin lagu-lagunya Efek Rumah Kaca segala, pula. Yang pasti, please, baca buku ini. Kita nggak perlu setuju sama SEMUA hal yang Kak Mel tulis, tapi dne yakin deh, setelah selesai baca, pasti ada satu/dua hal yang tiba-tiba jadi begitu jelas padahal sebelum mulai baca kita nggak pernah bener-bener mikirin. Seriously, baca buku ini nggak akan rugi.

RELATED POSTS

2 orang nyasar

Bagaimana menurutmu?