Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Torn - Amanda Hocking

3/30/2012 02:13:00 AM Gita D. Astari 0 Comments Category : , , , , , , , , , ,

Yep, saya baru banget selesai baca buku kedua dari trilogi Trylle, karya Amanda Hocking. Review buku pertama bisa ditemukan di sini.

Cover buku kedua trilogi Trylle.
Di buku kedua, Wendy Everly/Dahl, sekarang tinggal di Forening sebagai Princess, diculik oleh bangsa Vittra dan bertemu dengan Markis Loki Staad di sana. Wendy berhasil diselamatkan kembali oleh bangsa Trylle, dan kembali ke Forening setelah mengetahui fakta mengenai masa lalunya yang disembunyikan oleh Elora, ibunya, yang juga seorang Queen bangsa Trylle. Apakah hubungannya dengan Elora akan selalu kaku? Dapatkah kenyataan bahwa tanggung jawabnya sebagai calon Queen seharusnya menjadi prioritas utama daripada kebahagiaan dirinya sendiri, dan membuat suatu keputusan demi bangsa Trylle?

Yeah, saya masih cupu dalam bikin sinopsis karena takut ngasih spoiler, tapi kira-kira ceritanya begitu, deh. Jauh lebih seru dari sinopsis saya, pastinya.


Menurut saya, buku kedua ini lebih interesting daripada buku pertamanya. Plotnya lebih engaging, dan kita bisa lihat lebih jelas dunianya para troll itu seperti apa, baik bangsa Trylle maupun bangsa Vittra. Saya juga suka the dynamics of the friendship of Wendy dan remaja-remaja di Palace. Meskipun, tentu saja, cerita ini sarat dengan unsur romance, jadi agak wajar kalau akhirnya semua remaja itu hooked up dengan satu sama lain.

Dari sini saya mau curhat tentang perasaan saya terhadap sesuatu di buku ini, jadi buat yang belom baca, mendingan jangan terusin baca post ini, deh. Langsung tulis komen aja boleh, lho. :P

Spoiler Alert!

Finn Holmes adalah legit hero yang paling lemah yang pernah saya baca di buku-buku YA. Seriously, waktu Wendy jelas-jelas berjuang supaya mereka bisa bersatu, Finn malah diem dan bilang sama Wendy, "Kita nggak bisa bersama, kita berbeda, saya Tracker, kamu Princess, kita punya duty untuk negara..." Blah, blah, blah, you proper Tracker, tapi akhirnya di beberapa situasi, dia give in to his own feelings dan mulai cium-cium Wendy, bikin Wendy berharap lagi, dan makin bingung. Ugh! Make up your flaming mind, Holmes! Kalo kamu mau Wendy untuk memilih duty dia terhadap Forening, STOP bikin dia berharap. Kalo kamu tetep mau Wendy bagaimanapun juga, DO FLAMING SOMETHING untuk bikin kalian bisa bersatu!

Honestly though, mungkin favorit saya di sini adalah Tove, meskipun saya suka Loki hampir just as much. Tove itu orangnya, aduh... Kalo Tove ada di dunia nyata, saya bakal jungkir balik naksir dia. Saya nggak bisa jelasin apanya dari dia yang bikin saya teriak-teriak nggak jelas ngeganggu roommate saya yang lagi ngerjain tugas waktu dia kind of ngelamar Wendy, tapi pokoknya saya sukaaa banget Tove! Loki, though, he is such a mysterious guy, and I like that kind. Tapi dia terlalu random. Dia baru ketemu sama Wendy beberapa kali, dan dia berani percaya bahwa dia bersedia untuk take the risk dan bawa Wendy kabur keliling dunia, jauh dari beban Trylle dan Vittra?

But I guess that's what happens in YA books: ketemu beberapa kali, be physically attracted, mikir tentang si dia berjam-jam selama berhari-hari, dan kemudian be convinced that yep, saya naksir berat sama orang itu. What.

Anyway, it was a good read. Saya suka banget endingnya, though, jadi mungkin saya bakal baca buku-buku lain dulu sebelum melanjutkan ke buku ketiga, Ascend.

RELATED POSTS

0 orang nyasar

Bagaimana menurutmu?