Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Tentang Jomblo dan Penampilan

1/21/2013 02:17:00 PM Gita D. Astari 12 Comments Category : , , ,

Kalo kata KBBI sih, "jomlo" itu artinya perempuan tua. Saya juga inget sih dulu tante saya ketawa-ketawa waktu anak-anak SMP mulai pake kata "jomblo". "Hus, jomblo itu artinya perempuan yang sampe udah tua belom nikah-nikah. Masih SMP udah dipanggil jomblo mah kasian banget, atuh."

Yeah, well, sekarang udah nggak gitu lagi, Tan. Sekarang jomblo pretty much means "siapapun yang lagi single". Biasanya disertai perasaan minder, kesepian, sampai galau, terjadi di usia 12 (iya serius) sampe... I don't know, 25? 30? Kadang-kadang disingkat joms. Apa cuma @yeahmahasiswa aja?



Sebenernya being single itu bukan sesuatu yang buruk, lho. Being in a relationship itu harusnya sebuah pilihan, bukan keharusan. Tapi kayaknya mindset pemuda-pemudi Indonesia sekarang kok berbeda, ya. "Hari gini masih jomblo aja? Kasian banget ya lo... Hiks sabar ya. *pukpuk*" Yang itu masih mending sih daripada yang ngetawain, dan malah ngata-ngatain jomblo. JOMBLO JUGA MANUSIA, PUNYA RASA PUNYA HATI. D:

Yeah well kebanyakan sih cuma main-main ya, sambil colek-colek kesadaran temen-temennya supaya cepet punya pasangan, biar bahagia, selamat dan sentausa. Tapi yang parahnya, sepertinya ada yang justru bener-bener berpikiran bahwa nggak punya pasangan itu sesuatu yang menyedihkan, merana, bahkan memalukan. Ini barusan banget buka Twitter dan nemu klip koran ini. INI APA INI. APA.

Ini foto dari @yeahmahasiswa ga tau dia dapet dari koran mana
Jaman saya SD memang udah ada suka-sukaan sih (demen boyband aja udah ada. Westlife, anyone?), tapi ya alhamdulillah kayaknya saya dan temen-temen nggak ada yang punya suicidal thoughts... Apalagi cuma karena cinta monyet. Ini pengaruh apa ini bisa sampe ada anak SD mau bunuh diri gara-gara nembak terus ditolak? Itu tamagotchi udah dikasih makan belom?

Yah kayaknya kita juga yang salah sih ya, terlalu mempermainkan perkataan "jomblo" dan "joms" jadi kesannya kalo ga punya pacar itu hina. Dan ngaku ajalah waktu SD juga kita nonton TV yang temanya cinta-cintaan, kan. Saya aja dulu sambil main tamagotchi nontonnya Paula & Paulina. Well, semoga ga akan pernah lagi ada kejadian sekonyol ini, ya. Adik-adik, kalo masih SD itu nontonnya Doraemon ya, atau Captain Tsubasa.

Weh jadi kangen Tsubasa.

Anyway, terkait dengan masalah jomblo-menjomblo, kayaknya sekarang juga penampilan udah jadi sesuatu yang sangat crucial di mata pemuda-pemudi dunia, ya. Untuk kasus saya, begitu nyampe Malaysia, saya mulai merasa insecure sama berat badan, tinggi badan, kulit, dan segala macem yang sampe SMA tidak menjadi masalah yang sangat besar buat saya. Culture shock nih pas denger kalimat-kalimat kayak, "she's not even pretty" pas lagi ngomongin orang. Buat saya yang mementingkan isi kepala daripada wadahnya, saya cuma takjub aja orang-orang beneran nge-judge tubuh yang dikasih Tuhan sama mereka. Sampai pas temen-temen saya mulai bilang "Gita, you need to do something about that belly" atau "you need high heels, shorty" atau "at least apply some acne cream, can you?" saya jadi semacam terbebani sama badan dan muka saya.

Sekarang saya (dengan malu mengakui) rajin nonton YouTube videos tentang hijab tutorials sampe make-up tutorials juga (tapi ya ga pernah dipake lah haha). Kemaren pas di rumah juga kerjaannya nindihin timbangan mulu tiap berapa jam sekali. Sekalian dilanjutin mendesah sedih setiap ngaca, segala. Terus pas saya aware sama apa yang saya lakukan terhadap diri saya sendiri, saya jadi ngerasa jijik karena come on, deep down saya tau penampilan bukan jaminan seberapa worthy seseorang. Saya sampai detik ini masih merasa kemampuan berpikir jauh lebih superior daripada attractiveness dan sex apeal. Tapi sekarang saya juga nggak bisa deny bahwa penampilan itu memang mau nggak mau penting dalam proses societal acceptance.

Harapan saya sih pemuda-pemudi Indonesia bisa lebih pinter dari ini, ya. Seriously, having fun in choosing what to wear and even applying make up is completely okay, I say go for it! Tapi jangan berpikir bahwa hanya karena kamu cantik atau punya fashion sense yang appealing (and don't even start about branded goods), kamu bisa nggak peduli sama hal lainnya. Karena, Sweety, di dunia ini, nggak bisa cuma ngandelin kecantikan fisik buat sukses. Percuma kalo kamu seksi tapi ga punya otak.

RELATED POSTS

12 orang nyasar

Bagaimana menurutmu?