Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Bolehkah Anda Merayakan Tahun Baru?

1/01/2017 11:23:00 PM Gita D. Astari 2 Comments Category : , , , , , ,



Setiap menjelang akhir tahun, saya yakin bukan hanya saya yang menyadari peningkatan jumlah status di media sosial yang menyatakan bahwa seseorang tidak merayakan tahun baru.

Untuk beberapa orang, alasan mengapa mereka tidak akan bersenang-senang di malam tanggal 31 Desember, adalah karena dilarang oleh agama.

Kebanyakan alasan ini digunakan oleh teman-teman/kerabat saya yang beragama Islam. Katanya, karena penanggalan masehi itu tidak digunakan di dunia Islam, maka perayaan pergantian tahun itu tidak ada di budaya Muslim. Ada yang bilang makruh (tidak dianjurkan), atau bahkan haram (tidak diperbolehkan).

Ada juga orang-orang yang tidak merayakan datangnya tahun yang baru karena mereka tidak menganggap malam di antara 31 Desember dan 1 Januari sebagai malam yang spesial. Tidak perlu ada perayaan hingga berlarut-larut; hari ini akan berakhir dan besok masih akan datang.

Beberapa justru bahkan melaluinya dalam kesedihan! Mereka bilang, setiap tahun akan selalu ada kehilangan, kegagalan, dan hal negatif lainnya. Jadi, untuk apa kita bersenang-senang? Kepahitan hidup tidak berhenti hanya karena kalender yang kita gunakan berganti dari gambar Pikachu menjadi Machu Picchu, Bung!

Tentu saja, tidak ada salahnya setiap orang memiliki opini berbeda-beda tentang harus atau tidaknya kita merayakan pergantian tahun. Toh, apa yang orang-orang lakukan di malam itu tidak berdampak apa-apa kepada hidup kita, kan? Mereka juga tidak memiliki kekuatan untuk melarang orang lain bersenang-senang.

Saya sendiri sih, sangat suka merayakan tahun baru. Karena sistem kalender masehi adalah yang saya gunakan dalam hidup saya sehari-hari, saya memiliki anggapan bahwa pergantian empat digit angka itu cukup signifikan. Saya merasa seperti kesempatan baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik telah datang.

Tentu saja, memperbaiki diri tidak harus selalu menunggu sebuah pencerahan. Hanya saja, saya dan beberapa orang lainnya merasa lebih semangat ketika membuka lembaran baru. Saya merasa di titik ini dalam hidup saya, saya bisa memandang semua kesalahan saya sebagai bahan pelajaran, dan hari-hari berikutnya adalah peluang untuk mengaplikasikan semua yang sudah saya pelajari.

Teorinya sih begitu, ya.

Padahal sebenarnya, saya hanya sangat menikmati momen yang biasa keluarga saya gunakan untuk berkumpul bersama. Di malam inilah, saudara-saudara yang tinggalnya berjauhan datang berkumpul dan bercanda tawa hingga larut. Tua dan muda, kami bernyanyi bersama, makan bersama, dan menguap bersama. Hehehe, tidak semua orang berbakat begadang!

Intinya sih... merayakan tahun baru itu bukan sesuatu yang wajib, tapi juga bukan sesuatu yang "jahat" sehingga harus dilarang-larang. Kamu mau merayakan tahun baru? Selamat bersenang-senang! Kalau tidak, selamat tidur.

Semoga kita mendapatkan lebih banyak kebahagiaan di tahun 2017 ini.

RELATED POSTS

2 orang nyasar

Bagaimana menurutmu?