Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Film Indonesia 2015 #1: Garuda Superhero

1/09/2015 01:59:00 AM Gita D. Astari 0 Comments Category : , , , , ,

Pertama-tama, lihat trailer ini:

Kedua, heranlah kenapa saya memutuskan untuk nonton film ini jam 7 malem sendirian di BIP.
Bersama dua pasangan, satu keluarga, dan beberapa cowok yang juga masing-masing nonton solo, saya duduk di bangku A7 studio 5 bioskop Empire XXI berbekal selembar tiket kuning seharga Rp35.000 setelah diberi peringatan oleh teteh kasir, "AC-nya lagi rusak Teh, jadi kalo agak panas nggak apa-apa?" Setelah beberapa iklan dan trailer (termasuk Hijab yang kayaknya interesting) diperlihatkan, akhirnya film dimulai. Saya bingung. Saya ketawa. Saya menepuk jidat. Sekitar delapanpuluh lima menit kemudian, saya keluar bioskop, duduk di angkot Antapani-Ciroyom, dan mulai cerewet di Twitter.
Please don't get me wrong: saya tetep memanggil diri saya pendukung dunia film Indonesia, kok. Tapi saya tetep punya standar pribadi untuk menilai apakah suatu film dapat dinikmati (oleh saya, setidaknya) atau nggak. And in this case? It wasn't an enjoyable ride for me.
Setelah dipikir ulang, kayaknya tweet di atas nggak adil buat para pekarya film ini, ya. Karena pada akhirnya, pekarya mana yang sengaja bikin karya yang jelek? Tapi saya ngerasa film ini bener-bener nggak maksimal sama sekali. Oke, film ini katanya film Indonesia pertama yang pake teknik CGI. Tentu saja saya yang awam ini ga ngerti apa-apa soal cara bikin film CGI, tapi kalo saya aja bisa ngeliat how unnatural the whole movie looked, rasanya sah kan ya kalo bilang the CGI thing did not work as well as it should have. Masalahnya di mana: funding? Skills? Waktu? Who knows.

Kekurangan selanjutnya yang saya rasa ganggu banget adalah plotting. Again, I know nothing of script-writing, tapi kalo penontonnya nggak bisa mengikuti alur cerita, rasanya agak susah menikmati filmnya kan? Ada beberapa adegan awal yang sampai akhir nggak dijelasin dan latar belakang karakter yang kurang (bahkan nggak) di-explore, apalagi dengan alur maju-mundur yang membingungkan. Bahkan ada beberapa karakter yang saya nggak ngerti perannya apa di film ini. Entah saya yang kurang merhatiin karena keburu bosen, deh. Saya rasa sih, cerita di film ini jauh lebih luas dan kompleks, tapi harus dipotong supaya masuk durasi, dan akhirnya clarity yang jadi korban. Such a shame.
Satu lagi: saya sebenernya nggak mau bilang karakter Garuda itu a complete rip-off of Batman, tapi... Look at the design, at least. And the symbol. And the lunatic nemesis. AND THE VOICE THING. Mungkin memang itu tujuan awalnya kali ya: untuk bikin karakter superhero Indonesia, tapi yang udah dikenal sama masyarakat luas supaya lebih gampang dicerna (?). Anyway, I don't really like it, but maybe that's just me.

Fakta bahwa film ini bercerita tentang pahlawan super nggak berarti hukum fisika boleh lalai diperhatikan. Saya bukan scientist, tapi saya yang awam aja ngerti bahwa orang kalo ditembak berkali-kali biasanya BERDARAH. Tapi di sini boro-boro berdarah, kemejanya bolong-bolong aja nggak. Okelah, mungkin karena target audience film ini adalah anak-anak (eh iya nggak sih?) jadi kalo ngeliatin darah bisa dianggap terlalu kejam (tapi tidak dengan tusuk-menusuk atau tembak-menembak karena LOGIKA *sarkasme*), tapi come on.
Parahnya, dengan sponsorship dari brand-brand besar, film ini nggak diproduksi secara maksimal. Such a shame to watch all that potential go to waste. Tapi sebenernya, this movie wasn't all that bad. Ada beberapa hal yang saya suka:
YEP. Seenggaknya musiknya kedengeran keren dan proper banget buat film sejenis ini. Dan animasi ending creditnya juga bagus, meskipun saya nggak liat sampe akhir karena nggak mau jadi orang terakhir yang keluar dari bioskop, hahaha.
Satu lagi hal bagus dari film ini adalah: THEY MADE IT. Seseorang punya ide untuk bikin film ini, kemudian ide itu digarapnya jadi sebuah naskah, dan melalui banyak proses, akhirnya film ini tayang juga di layar lebar. Granted, the end result wasn't one that I was satisfied with, tapi saya yakin tayangnya film ini bisa jadi proses belajar bagi banyak orang. Indonesia bisa bikin film pahlawan super!

Saya bener-bener berharap lahirnya film ini bisa menggelitik semangat berkarya yang lebih besar untuk para pekarya di industri perfilman Indonesia, dan mengembangkan kemampuan Indonesia untuk bikin film-film CGI yang lain. Dengan pemuda-pemudi kita, siapa yang bisa bilang kita nggak mampu?
NB: By the way, saya semangat banget liat daftar film Indonesia yang bakal keluar di 2015 kayaknya bagus-bagus. Jadi, sebagai bagian dari Resolusi 2015 (hahaha), saya pengen nonton sebanyak mungkin film Indonesia yang saya rasa menarik dan kemudian membahasnya di blog. Will I actually do that? Bahkan saya sendiri nggak yakin hahaha. Anyone care to join me? :)

RELATED POSTS

0 orang nyasar

Bagaimana menurutmu?