Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh

5/21/2012 08:03:00 PM gitadine 0 Comments Category : , , , , , , , ,



Saya baru aja ngehabisin seharian untuk bercinta sama satu novel fenomenal yang dilahirkan oleh Dee, berjudul Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh--buku pertama dari seri Supernova. Tadinya saya punya rencana untuk pergi ke Bekasi, atau ketemuan sama temen SMA saya di Ciwalk, atau pergi nyobain karaoke sendiri di mal yang relatif deket sama rumah saya--tapi enggak, akhirnya saya malah seharian baca kumpulan teori fisika dan psikologi yang dijelaskan lewat bentuk sosialisasi beberapa manusia. Dan saya nggak nyesel sama sekali.

Buku ini luar biasa, tentunya. Saya telat banget baru memutuskan untuk baca buku yang terbit dua belas tahun yang lalu ini. Tapi mungkin bagus juga saya baru baca sekarang, karena segini aja saya udah ngerasa sedikit sakit kepala baca semua muntahan Ruben yang sangat-sangat scientific, jelas bukan santapan saya sehari-hari (status saya yang mahasiswi kayaknya cuma itu aja, status, bukannya saya bener-bener seorang mahasiswi sejati menurut konsep saya sendiri). Baca buku ini bikin saya kagum. Penyanyi yang mendalami ilmu politik ini ternyata punya kesadaran yang lebih dari musik dan hubungan internasional, dan berhasil mewujudkan sebagian dari itu dalam bentuk sebuah novel yang sensasional.

Nggak bisa berhenti saya memuji Dee dan buku ini. Yang bisa saya rasakan waktu saya lagi baca buku ini cuma tamparan diri saya sendiri: sebagai mahasiswi psikologi dan penikmat The Big Bang Theory (hey, that's something!), saya cuma bisa bangga ketika saya tahu nama-nama yang disebut--Freud, Maslow, Jung--atau teori-teori seperti teori relativitas atau Schroedinger's Cat. Itu saja, saya cuma "pernah denger", dan nggak bener-bener berusaha memahami hal-hal yang "pernah saya denger" itu.

Oke, cukup memuji buku pertamanya dan mencemooh diri sendiri. Saatnya saya baca buku kedua seri ini.

RELATED POSTS

0 orang nyasar

Bagaimana menurutmu?