Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Sebuah Buku, Sebuah Petualangan

6/27/2013 11:53:00 PM Gita Diani Astari 9 Comments Category : , , , , , , , ,


Membaca buku adalah suatu bentuk petualangan.

Diri kita ketika kita baru aja baca kata pertama dari kalimat pertama di halaman pertama dari sebuah buku dan diri kita setelah kita membaca kata terakhir dari kalimat terakhir di halaman terakhir dari buku yang sama bukanlah orang yang sama. In a way, selama kita membaca sebuah buku, kita menyerap informasi dan dengan informasi tersebut kita "bertualang", dan ketika kita sudah selesai, kita memiliki lebih banyak pengetahuan yang bisa membuat kita menjadi lebih bijak, misalnya, atau lebih bingung, atau lebih takut, atau lebih percaya diri. Regardless of what it is, there will be a change, dan perubahan itulah yang membuat kita berbeda.


Now, setiap orang, dengan frame of reference masing-masing, tidak akan memiliki pengalaman yang exactly the same dengan orang lain ketika membaca kata-kata di kalimat-kalimat dari halaman-halaman dalam buku yang sama. Informasi yang disaring dari pengalaman membaca sebuah buku mungkin sama, tapi apa yang mereka dapatkan dari informasi itu bisa menghasilkan dua perubahan yang sama sekali berbeda.

Sebagai contoh, ambillah dua orang remaja bergender sama, berumur sama, berpengalaman berbeda: Talia dan Maurva, dua cewek 17 tahun, yang satu baru jadian, yang satu baru putus. Sekarang kita beri dua remaja yang memiliki persepsi berbeda tentang romantic relationships sebuah buku yang memiliki informasi soal that particular issue: misalnya, "An Abundance of Katherines" karangan John Green (yang baru saya selesai baca kira-kira setengah jam sebelum menulis posting ini, hehehe). Buku ini adalah mengenai Colin Singleton yang telah memacari 19 Katherine dan baru saja putus dengan K-19 dan sedang mengerjakan sebuah teorema yang bertujuan memprediksi sebuah hubungan antara dua orang dengan grafik dan segala macam hal yang mathematical yang tidak saya mengerti. Di akhir buku, Talia yang baru jadian mungkin akan lebih mengapresiasi hubungannya dengan pacar barunya, dan Maurva mungkin lebih ikhlas dengan kandasnya hubungan terakhirnya.

Buat saya, pengalaman yang didapat dari membaca sebuah buku adalah pengalaman yang tidak kalah serunya dari pengalaman naik gunung, misalnya, atau memancing ikan, atau bermain musik. I am the kind of person who likes being in touch with her emotional side, dan kebisaan para pengarang buku dalam memunculkan emosi saya dan memainkannya bener-bener bikin saya addicted sama petualangan yang satu ini. I don't know. Just by reading a book, saya bisa pergi ke Amsterdam dan bertemu seorang pengarang yang mengecewakan, atau Culver Creek di Alabama dan mendengarkan kata-kata terakhir dari orang-orang terkenal dari mulut Miles, atau ke Inggris dan mendapati istri saya direnggut nyawanya oleh sebuah bus, atau... Eh, you know the drill.

Dari membaca buku juga, saya mendapatkan banyak sekali "teman". Well, they're just characters, obviously, but I know so much of their life that I relate to them a lot dan sometimes, mereka muncul lagi ke permukaan kesadaran saya ketika saya lagi jalan-jalan, misalnya, atau membaca buku lain, atau mendengarkan lagu, atau semacamnya. Karakter-karakter ini tidak jarang membantu saya membuat ekspektasi terhadap dunia yang nyata, yang saya hidupi, yang meskipun berbeda dengan milik mereka, adalah sebeneranya paralel, setidaknya buat saya. Semua karakter dan pengalaman mereka ini membantu saya memahami dunia, diri saya sendiri, dan hal-hal lain in ways that I cannot fully comprehend.

Buat saya, membaca buku adalah sebuah pengalaman personal yang sangat intimate dan emosional. Saya suka banget menenggelamkan diri dalam dunia informasi yang tengah saya baca. Saya akui keinginan untuk melarikan diri dari dunia nyata memang sedikit berperan dalam jumlah buku yang sudah saya baca selama saya hidup, tapi sungguh, the pure satisfaction of having gone on an adventure setelah menutup buku itulah yang saya cari. Saya harap, kalian juga mendapatkan kepuasan yang sama dari membaca buku, ya.

RELATED POSTS

9 orang nyasar

  1. Kadang, kita tidak tersadar dengan itu semua. Buku dibaca apa adanya dan that's it. Selesai. Padahal ada hal baru yang berbeda dengan diri kita. Thanks for share ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu pisan, Bang! Paling kerasa sih kayaknya kalo materi bukunya cocok sama yang lagi dirasakan selama baca, ehehehe. Thanks for reading ;)

      Delete
  2. Kalo saya baca buku pasti kebawa ke keseharian, cara nulis di buku itu bakal pengaruhin tulisan saya juga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget! Bukan cuma tulisan malah, kadang-kadang sampe ke cara bicara, ahahaha. Thanks udah mampir, ya. ;)

      Delete
  3. perasaan juga berperan penting dalam menyerap informasi yang ada kan? Kalau seneng yang diserap yang bagus. Tapi kalau lagi nggak mood, yang diserap yang negatif.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep! Tapi tergantung juga sih sebenernya, bisa juga pas lagi ngerasa negatif (marah, sedih, bete) terus baca buku jadi merasa terhibur dan malah improve moodnya. :D

      Delete
  4. Karena buku memang benar-benar jendela dunia ^_^

    ReplyDelete

Yah mumpung nyasar, mengeksiskan diri dulu aja deh di sini. :) Nyasar lagi yaa~